10 Cara Mengatur Keuangan dengan Seimbang dan Perlu Dicoba
- Senin, 24 Februari 2025
Cara mengatur keuangan sering menjadi topik yang menarik perhatian banyak orang, terutama mereka yang merasa kesulitan menjaga kestabilan finansial.
Tidak jarang, ketidakmampuan dalam mengelola keuangan menyebabkan masalah serius yang berujung pada kondisi keuangan yang tidak sehat.
Setiap individu sebenarnya memiliki metode tersendiri dalam mengelola keuangan, termasuk kebijakan dan prioritas yang diterapkan.
Baca JugaTabel Angsuran KUR BRI 2026 Lengkap, Persyaratan dan Dokumen Penting
Namun, kebiasaan buruk yang tidak segera diatasi sering kali menjadi akar dari permasalahan keuangan. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, kondisi finansial bisa semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
Pengelolaan keuangan harus disesuaikan dengan jumlah penghasilan serta kebutuhan pengeluaran. Cara mengelola keuangan pribadi tentu berbeda dengan cara mengelola keuangan rumah tangga.
Namun, seseorang yang sudah terbiasa mengelola keuangan pribadinya dengan baik akan lebih mudah memahami bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga agar tetap terkendali dan tidak boros setelah menikah.
Cara Mengatur Keuangan dengan Seimbang
Biasakan mengelola keuangan dengan perencanaan yang matang dan realistis, sehingga penghasilan dapat seimbang dengan pengeluaran.
Cara mengatur keuangan seperti ini memungkinkan kebutuhan terpenuhi dengan baik, sekaligus membantu mencapai berbagai tujuan finansial secara efektif.
Prinsip yang sama juga berlaku dalam mengelola keuangan keluarga, terutama karena terdapat lebih banyak pihak yang bergantung pada kondisi keuangan tersebut.
Sangat penting untuk mengelola keuangan rumah tangga secara bijak agar pengeluaran tetap terkendali dan semua kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan, dapat terpenuhi dengan optimal.
Berikut adalah beberapa langkah untuk mengelola keuangan secara bijak dan efisien:
1. Buat Rencana Anggaran Keuangan
Langkah awal yang perlu dilakukan dalam mengelola keuangan adalah menyusun anggaran secara rinci. Berapa pun jumlah penghasilan yang diperoleh, sangat penting untuk mengalokasikannya dengan cermat.
Mengatur keuangan rumah tangga akan terasa lebih sederhana jika sejak awal sudah memiliki perencanaan anggaran yang terstruktur.
Rencanakan semua pengeluaran secara detail, sehingga setiap kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik.
Jangan lupa untuk menyisihkan dana untuk tabungan dan investasi, karena kedua hal ini adalah bagian penting dalam anggaran keuangan.
Pastikan setiap pos pengeluaran diatur dengan proporsi yang seimbang dan realistis, sehingga rencana ini dapat diterapkan dengan efektif.
2. Utamakan Kebutuhan Utama
Masih terkait dengan langkah sebelumnya, pastikan untuk selalu memberikan prioritas pada kebutuhan daripada keinginan.
Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sejak awal sangat penting untuk membantu pengelolaan keuangan yang lebih bijak.
Baik dalam mengelola keuangan pribadi maupun rumah tangga, memahami apa saja yang benar-benar harus dipenuhi adalah langkah krusial.
Buat daftar belanja bulanan yang terperinci dan patuhi daftar tersebut dengan konsisten, sehingga pengeluaran dapat dikendalikan dengan baik sepanjang waktu.
3. Gunakan Kartu Kredit dan Promo Belanja dengan Bijaksana
Untuk mengelola keuangan rumah tangga agar lebih hemat, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan kartu kredit dengan cermat.
Gunakan kartu kredit untuk mendapatkan keuntungan seperti diskon atau cashback yang dapat membantu mengurangi pengeluaran bulanan. Banyak kartu kredit menawarkan berbagai promosi menarik di supermarket atau platform e-commerce.
Selain itu, cari tahu promo belanja yang sedang berlangsung di toko langganan atau situs belanja online. Hal ini dapat membantu menekan pengeluaran bulanan.
Sebaiknya, lakukan pembelanjaan dalam jumlah besar tetapi jarang, agar pengeluaran tidak terlalu sering membengkak.
Pastikan kartu kredit digunakan dengan bijak untuk menghindari pembelian barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
4. Sisihkan untuk Tabungan
Berapa pun jumlah penghasilan yang diterima, pastikan untuk menyisihkan sebagian ke dalam tabungan. Sebaiknya, alokasikan sekitar 10-20% dari penghasilan bulanan ke rekening khusus tabungan.
Langkah ini akan membantu menjaga stabilitas keuangan dan menyediakan dana untuk kebutuhan di luar pengeluaran rutin.
5. Mulai Berinvestasi
Selain menabung, investasi juga menjadi langkah penting dalam mengelola keuangan. Alokasikan 10-20% dari penghasilan untuk investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan.
Dengan pengelolaan yang baik, investasi dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang membantu mencapai target keuangan jangka panjang.
Jika dilakukan secara konsisten, hasil investasi bisa memberikan keuntungan signifikan di masa depan.
6. Siapkan Dana Darurat
Mengatur keuangan rumah tangga tidak akan lengkap tanpa adanya dana darurat. Dana ini berfungsi sebagai cadangan untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti kebutuhan mendesak atau kondisi keuangan yang tidak stabil.
Sebaiknya, dana darurat minimal setara dengan 6 bulan pengeluaran untuk individu lajang, dan 12 bulan untuk mereka yang memiliki tanggungan keluarga.
Simpan dana ini di rekening terpisah agar tidak tercampur dengan anggaran lain atau terpakai untuk keperluan yang tidak mendesak.
7. Lunasi dan Hindari Utang
Jika memiliki utang, prioritaskan pelunasan secara bertahap, terutama jika jumlahnya cukup besar. Setelah itu, usahakan untuk tidak menambah utang baru agar beban finansial tidak semakin berat.
Langkah ini penting untuk menjaga kestabilan keuangan dan mengurangi risiko di masa depan.
8. Persiapkan Dana Pensiun
Mulailah menyiapkan dana pensiun sejak dini untuk memastikan masa tua yang lebih nyaman. Hitung kebutuhan dana pensiun secara keseluruhan dan alokasikan sebagian penghasilan secara rutin.
Sebelum dana terkumpul, simpan dalam rekening khusus. Jika jumlahnya sudah mencukupi, pertimbangkan untuk menginvestasikannya ke instrumen berisiko rendah, seperti emas, deposito, atau reksadana.
Jika perlu, konsultasikan rencana ini dengan ahli keuangan untuk pengelolaan yang lebih optimal.
9. Evaluasi Keuangan secara Rutin
Setelah menjalankan berbagai langkah pengelolaan keuangan, jangan lupa untuk melakukan evaluasi berkala. Tinjau kembali pengeluaran, investasi, dan tabungan untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Evaluasi ini membantu menemukan celah yang perlu diperbaiki dan memungkinkan pengelolaan keuangan menjadi lebih baik di masa depan.
10. Ikuti Tren Keuangan Terkini
Tetaplah mengikuti perkembangan tren keuangan di tahun 2024, seperti pengaruh kenaikan suku bunga terhadap investasi dan pinjaman. Pahami juga pentingnya diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko.
Selain itu, manfaatkan aplikasi keuangan modern yang mempermudah pengelolaan anggaran, otomatisasi tabungan, dan pemantauan pengeluaran, sehingga tujuan keuangan lebih mudah tercapai.
Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Sandwich
Tips mengelola keuangan pribadi bagi generasi sandwich tentu memerlukan pendekatan yang berbeda.
Generasi ini menanggung tanggung jawab finansial untuk tiga generasi sekaligus: orang tua, dirinya sendiri, dan anak-anak atau anggota keluarga lainnya.
Beban finansial yang besar ini membuat generasi sandwich perlu menerapkan strategi pengelolaan keuangan yang efektif.
Tips mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros menjadi hal yang sangat penting, terutama jika sudah memiliki keluarga.
Selain langkah-langkah umum pengelolaan keuangan, generasi ini memerlukan pendekatan khusus untuk menjaga stabilitas finansialnya. Berikut adalah beberapa cara yang dapat diterapkan:
1. Susun Anggaran Pengeluaran dengan Ketat
Generasi sandwich harus menetapkan anggaran pengeluaran dengan sangat hati-hati. Pangkas pengeluaran yang tidak penting dan fokus pada kebutuhan utama.
Pastikan setiap pos anggaran dirancang secara realistis agar semua kebutuhan pokok dapat terpenuhi tanpa membebani keuangan.
2. Alokasikan Penghasilan untuk Kebutuhan Pokok di Awal
Begitu menerima penghasilan, alokasikan langsung untuk kebutuhan pokok seperti makanan, tagihan rutin, transportasi, serta cicilan utang jika ada.
Sebagai contoh, tetapkan sekitar 50% penghasilan untuk kebutuhan rutin ini. Dengan cara ini, kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi secara konsisten tanpa kendala.
3. Sisihkan untuk Tabungan, Investasi, dan Dana Darurat
Alokasikan sekitar 20% dari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan ketiga komponen ini. Bagi secara proporsional, misalnya 10% untuk dana darurat dan 10% lainnya untuk investasi serta tabungan.
Pastikan dana ini langsung disisihkan begitu gaji diterima, sehingga tidak terganggu oleh kebutuhan lain.
4. Tambahkan Sumber Penghasilan
Mencari penghasilan tambahan bisa menjadi solusi untuk memperbaiki kondisi keuangan. Cobalah mencari pekerjaan sampingan atau menjalankan bisnis kecil-kecilan. Namun, tetap perhatikan waktu dan tenaga, agar pekerjaan utama tidak terganggu.
5. Hidup Hemat dan Bijak
Mengelola keuangan dengan bijak memerlukan penerapan gaya hidup hemat. Hindari kebiasaan konsumtif yang hanya menguras uang tanpa manfaat jangka panjang. Fokuslah pada pengeluaran yang benar-benar penting dan sesuai dengan kebutuhan.
Sebagai penutup, dengan memahami dan menerapkan cara mengatur keuangan yang tepat, kamu dapat menjaga kestabilan finansial dan mencapai berbagai tujuan hidup dengan lebih mudah.
Rian Murdani
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Nilai Penugasan Taruna KKP Perkuat Percepatan Pemulihan Bencana
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Prediksi IHSG Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan 13 Januari 2026
- Selasa, 13 Januari 2026
Terpopuler
1.
7 Cara Menyimpan Nasi Matang Agar Tetap Pulen Tanpa Rice Cooker
- 15 Januari 2026
2.
3.
4.
Durian Tetap Segar dan Tak Bau, Ini Cara Menyimpannya di Kulkas
- 15 Januari 2026













